Oleh : Dr. M Kholidul Adib, MSI. (Kader Muda NU Kota Semarang dan Sekretaris Yayasan Ki Ageng Pandanaran Semarang)
Menjelang penyelenggaraan Muktamar PBNU ke-35 yang dijadwalkan akan berlangsung pada pertengahan tahun 2026, bermunculan sejumlah nama yang digadang-gadang untuk memimpin PBNU ke depan. Salah satu tokoh yang dijagokan itu adalah KH Yusuf Chudlori, atau Gus Yusuf, pengasuh Pesantren Asrama Pendidikan Islam (API) Tegalrejo Magelang.
Munculnya figur KH Yusuf Chudlori sebagai salah satu kandidat Ketua Umum PBNU diharapkan dapat mengatasi sejumlah tantangan NU yang semakin kompleks.
NU Memasuki Abad Kedua
Nahdlatul Ulama (NU) yang sekarang memasuki abad kedua menghadapi banyak tantangan sehingga membutuhkan sosok manajer handal yang dapat mengelola organisasi dengan baik.
Oleh karena itu kriteria ketua umum yang dibutuhkan ke depan adalah figur ulama pesantren yang mampu mengelola organisasi dengan baik dengan memiliki kapasitas keilmuan dan kemampuan manajerial yang matang agar dapat mendayagunakan segenap potensi yang dimiliki NU untuk mewujudkan kemandirian organisasi dan kesejahteraan warga NU dengan memperkuat program di bidang pendidikan, ekonomi, dakwah dan meneguhkan komitmen kebangsaan dan keumatan serta berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian global.
KH Yusuf Chudlori, Ulama Multitalenta dan Manajer Ulung
Menyimak kiprah KH Yusuf Chudlori selama ini kita akan tahu bahwa beliau adalah seorang ulama NU yang multitalenta yang memiliki kiprah yang luas di berbagai bidang. Pengalamannya selama ini dinilai banyak pihak sudah cukup sebagai bekal Beliau untuk memimpin PBNU ke depan dan diharapkan dapat membawa NU memasuki abad kedua dengan penuh optimis.
Sebagai ulama pengasuh pesantren, KH Yusuf Chudlori tidak hanya berdiam diri di pesantren mengajar para santri mendalami ilmu agama dengan menggeluti kitab kuning semata, tetapi Beliau juga sosok yang rajin menyapa umat dengan sering mengisi pengajian di berbagai tempat.
KH Yusuf Chudlori dikenal sangat aktif dalam membangun pesantren agar dapat menjadi solusi bagi problematika umat. Beliau telah sukses mengembangkan pesantren dan mendidik para santri supaya bisa menjawab tantangan zaman yang semakin kompetitif.
Sudah banyak yang dikerjakan oleh KH Yusuf Chudlori sebagai ulama pengasuh pesantren yang multitalenta sekaligus hal itu menunjukkan dirinya sebagai ulama kosmopolit, seorang pemimpin handal sekaligus manajer ulung, yang memiliki komitmen kuat pada pada perjuangan ahlussunnah di Indonesia.
Di antaranya adalah:
Satu, sebagai tokoh pesantren, KH Yusuf Chudlori memiliki tekad besar untuk membawa pesantren dan para santri bisa tetap survive dalam mengarungi kehidupan modern. KH Yusuf Chudlori selain memimpin API Tegalrejo juga telah mendirikan Pesantren Entrepreneur di Tempuran Magelang guna mendidik para santri senior untuk belajar wirausaha supaya nantinya mereka setelah selesai mondok dan kembali di tengah masyarakat dapat hidup mandiri sebab sebagai santri jangan sampai hidup di masyarakat tidak memiliki sumber maisyah (pendapatan) yang layak sehingga tidak dapat mendukung upaya dakwah.
Dua, KH Yusuf Chudlori juga mendirikan Rumah Sakit di Magelang. Hal ini untuk meneguhkan komitmennya agar kaum santri juga dapat berkhidmah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Tiga, KH Yusuf Chudlori juga mendirikan perguruan tinggi di Magelang. Hal ini ditujukan untuk mendidik para mahasiswa NU sebagai generasi masa depan agar siap menjawab tantangan zaman.
Empat, KH Yusuf Chudlori dikenal memiliki jaringan yang sangat luas dengan berbagai kalangan baik ulama pesantren, cendekiawan, politisi, pejabat pemerintah, seniman, budayawan, pengusaha dan lainnya.
Dengan mencermati apa yang sudah dikerjakan KH Yusuf Chudlori selama ini menunjukkan Beliau adalah ulama multitalenta dengan segudang prestasi dan pengalaman yang sangat luas sehingga cukup menjadi bekal untuk memimpin PBNU ke depan.
Tujuh Alasan KH Yusuf Chudlori Layak Memimpin PBNU
Dengan mencermati kiprah KH Yusuf Chudlori selama ini dapat disimpulkan setidaknya ada tujuh alasan kuat kenapa KH Yusuf Chudlori layak diajukan untuk memimpin PBNU ke depan.
Pertama, KH Yusuf Chudlori adalah sosok ulama mumpumi yang alim ilmu agama dan mampu mengembangkan pesantren untuk tetap survive di tengah tantangan zaman yang semakin maju. Beliau adalah ulama sejati yang lahir dan dibesarkan di kalangan pesantren. Beliau adalah putra KH Chudlori, pendiri Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah nyanti di pesantren Tegalrejo yang diasuh KH Chudlori. Dari sini sudah tidak diragukan bahwa KH Yusuf Chudlori adakah kader NU tulen atau ulama berdarah biru NU grade A yang tidak diragukan lagi.
Kedua, KH Yusuf Chudlori memiliki pengalaman organisasi yang matang. Beliau memiliki pengalaman memimpin berbagai organisasi, termasuk Dewan Pimpinan Cabang PKB Kabupaten Magelang dan Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jawa Tengah.
Ketiga, KH Yusuf Chudlori memiliki visi kemandirian ekonomi yang jelas. Beliau mendirikan Pesantren Entrepreneur di Tempuran Magelang guna mendidik para santri untuk belajar wirausaha. Melalui pesantren entrepreneur banyak alumni yang menjadi pengusaha dan hidup mandiri. Atas keberhasilannya model pendidikan di pesantren entrepreneur yang diasuh KH Yusuf Chudlori diteliti sebagai judul disertasi mahasiswa S3 UIN Walisongo tahun 2021.
Keempat, KH Yusuf Chudlori sekarang telah memiliki kemandirian politik dengan meninggalkan jabatan struktural di PKB untuk fokus pada organisasi keumatan. Hal ini menunjukkan komitmen beliau untuk menjaga NU tetap independen.
Kelima, KH Yusuf Chudlori dikenal memiliki kedekatan dengan umat. Sebab beliau adalah seorang ulama sekaligus mubaligh yang aktif berkeliling ke berbagai pelosok desa untuk berdakwah, sehingga beliau dapat memahami kebutuhan dan permasalahan masyarakat. Hal ini membuat KH Yusuf Chudlori sebagai ulama yang tidak hanya berdiam diri di pesantren tetapi juga membumi di tengah-tengah umat.
Keenam, KH Yusuf Chudlori memiliki visi moderat ala ahlissunah waljamaah. Beliau selama ini memang dikenal memiliki visi moderat dan inklusif dengan bergaul dan kerja sama dengan banyak pihak dalam perjuangan. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai NU dan kebutuhan masyarakat Indonesia yang heterogen.
Ketujuh, KH Yusuf Chudlori telah mendapatkan dukungan dari para kiai sepuh seperti KH Ma’ruf Amin. Dukungan ini penting sebagai bekal memimpin PBNU ke depan agar dalam mengelola organisasi bisa lebih fokus, solid dan kondusif untuk mewujudkan visi besar NU yang sedang memasuki abad kedua.
Dengan demikian, KH Yusuf Chudlori memiliki profil yang kuat untuk dapat diajukan menjadi Ketua Umum PBNU dengan harapan dapat membawa organisasi NU ke depan lebih baik, memasuki abad kedua dengan semangat persatuan, kemandirian dan bermartabat. ()


