Dr. M. Kholidul Adib Soroti “Kekuatan Perempuan” di SKK Nasional PB PMII: Kuasai Geoekonomi untuk Menang Geopolitik

Korp PMII Putri (KOPRI) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar Sekolah Kader Kopri Nasional (SKKN) dihadiri oleh 30 peserta utusan PC PMII se Indonesia di Gedung Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah dengan menghadirkan sejumlah nara sumber yang berkompeten sesuai dengan bidangnya.Salah satu narasumber yang diundang adalah pengamat geopolitik, Dr. M. Kholidul Adib, sebagai narasumber dengan tema Geopolitik, Geoekonomi, dan Geostrategi Gerakan Perempuan.

Acara berlangsung meriah dengan disertai diskusi dengan para peserta.Dalam materinya, Dr. M. Kholidul Adib menegaskan bahwa dunia sekarang ini sedang memasuki era Geopolitik Multipolar ditandai dengan persaingan antara beberapa blok negara yang semakin kompetitif yaitu:Pertama, WASP atau White Anglo Saxon Protestan yaitu negara-negara yang tergabung dalam poros UKUSA yaitu United Kingdom atau Inggris, United State of America atau Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru; Kedua, blok Uni Eropa yang berisi negara-negara Eropa daratan yang membawa spirit peradaban Romawi (Pax Romana) dengan basis ideologi Katolik Roma;Ketiga, Yahudi yang diisi oleh kalangan bangsa Yahudi yang diaspora di banyak negara di dunia yang secara formal mendirikan negara Israil di Palestina.

Kegiatan Yahudi didukung oleh jaringan bisnis dan teknologi yang berkembang pesat termasuk kuat dalam teknologi informasi dan militer.Keempat, Organisasi kerja sama Shanghai yang berisi China, Rusia, Iran, India yang pada tahun 2009 kemudian melebarkan sayap dengan melibatkan Brazil di Amerika Selatan dan Afrika Selatan sehingga terbentuk poros baru yang dikenal kelompok BRICS (Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan). Tahun 2024 ikut gabung Ethiopia, Iran dan Mesir. Tahun 2025 Arab Saudi dan Indonesia juga ikut gabung BRICS menyebar di masa depan peradaban tidak bisa dilepaskan dari peran strategis perempuan. Ia membedah 3 pilar utama:Dr. Adib menyebut perempuan hari ini bukan lagi objek politik, tapi subjek geopolitik. “Diplomasi perempuan lewat pendidikan, budaya, dan komunitas jauh lebih meresap. Kopri harus jadi garda depan diplomasi nilai Islam Nusantara di ruang global,” tegasnya.Inti dari sesi geoekonomi yang disampaikannya adalah “Perempuan adalah Mesin Pertumbuhan”.

Sektor Tenaga Kerja dan UMKM sebanyak 40% UMKM global dipegang perempuan. Di Indonesia, Kopri didorong menguasai ekonomi digital, UMKM, dan fintech syariah. Perempuan mengontrol >70% keputusan belanja rumah tangga. “Siapa yang paham perempuan, dia kuasai pasar,” ujarnya.Jaringan tenaga kerja kera Indonesia adalah kekuatan devisa. Kader Kopri harus hadir menjaga & memberdayakan.Untuk geostrategi, Dr. Adib mengajak Kopri merancang strategi 3 lapis: Pertama, Penguatan literasi ekonomi keluarga.Kedua, Kaderisasi pemimpin perempuan di BUMDes, koperasi, dan parlemen.Ketiga, Membangun jaringan Kopri dengan organisasi perempuan dunia Islam. “Kalau geopolitik soal peta kekuasaan, geoekonomi soal peta uang, maka geostrategi Kopri adalah memastikan perempuan Indonesia jadi pemain, bukan penonton,” pungkas Dr. Adib.Ketua Panitia SKK Nasional PB PMII menyampaikan, pelatihan ini bertujuan mencetak kader Kopri yang melek isu global tapi berakar pada nilai PMII. Diharapkan lahir pemimpin perempuan yang siap menjawab tantangan Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *