SEMARANG, nukotasemaeang.com – Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA-PMII) telah mendirikan Lembaga Amil ZakatGerakan Kita Indonesia Mendunia (LAZ GERAKIN) yang berada di bawah naungan Yayasan Gerak Kita Indonesia Mendunia (GERAKIN).
Berdasarkan keputusan Menteri Agama Nomor 939 tahun 2026 tanggal 27 Juli 2026 LAZ GERAKIN ditetapkan sebagai LAZ skala nasional.
Dengan demikian maka IKA-PMII telah memulai tatanan baru dengan mendirikan
Lembaga filantrofi guna menghimpun dan mendistribusikan dana zakat, infaq dan shadaqah kepada delapan asnaf sesuai tuntutan agama Islam.
Supaya mempercepat konsolidasi di daerah, manajemen LAZ GERAKIN PB IKA-PMII mengadakan kegiatan Sharing Session dan Konsolidasi LAZ GERAKIN di Jawa Tengah pada hari Jum’at, 21 Agustus 2026 bertempat di sekretariat PW IKA-PMII Jawa Tengah di Pesantren al-Firdaus YPMI Ngaliyan Semarang dihadiri ratusan peserta utusan dari LAZ GERAKIN PB IKA-PMII, PW IKA-PMII dan PC IKA-PMII se Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkuat Kelembagaan, Menyelaraskan Strategi Fundraising dan Memantapkan Penataan Struktur Organisasi di Tingkat Wilayah dan Cabang IKA-PMII se Jawa Tengah”.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama LAZ GERAKIN PB IKA-PMII Sandi Suwardi Hasan yang menyampaikan sambutan melalui media zoom di sela-sela kesibukannya meninjau persiapan lokasi muktamar NU di Tambakberas Jombang.
Dalam sambutannya, Sandi menyampaikan LAZ GERAKIN dibentuk untuk memaksimalkan potensi zakat di Indonesia yang selama ini belum tergarap secara optimal. Sandi mengajak seluruh alumni PMII dan umat Islam untuk semakin sadar akan kewajiban berzakat dan turut mengenal lebih dekat keberadaan LAZ GERAKIN sebagai salah satu lembaga amil zakat yang kini telah resmi dan terpercaya, sehingga zakat yang ditunaikan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Selanjutnya, LAZ GERAKIN tahun ini diharapkan sudah dapat terbentuk di tingkat wilayah dan cabang. Potensi besar alumni PMII dan umat Islam diyakini dapat tergarap secara optimal seiring dengan legalitas resmi yang kini dimiliki LAZ GERAKIN, sehingga kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakat, infaq, dan shadaqoh melalui lembaga ini pun semakin meningkat.
Ke depan, dana yang berhasil dihimpun akan disalurkan melalui berbagai program pemberdayaan umat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga bantuan sosial, guna memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Sandi menyampaikan, bahwa sebelum memperoleh SK Menag, LAZ GERAKIN PB IKA-PMII telah lulus persyaratan administratif melalui berbagai tahapan persiapan, termasuk menyelenggarakan pelatihan zakat dan sertifikasi keahlian bagi para amilnya, guna memastikan pengelolaan zakat dilakukan secara profesional dan akuntabel.
“Pelatihan zakat dan sertifikasi amil zakat telah diadakan oleh LAZ GERAKIN PB IKA-PMII di Jakarta pada tanggal 11-17 Juli 2026 dengan rincian pelatihan Kompetensi dan Kualifikasi secara Daring tanggal 11-14 Juli 2025. Pendalaman Materi dan Uji Kompetensi Secara Ofline Aula PB IKA PMII di Jakarta pada tanggal 15-17 Juli 2026. Dalam kegiatan pelatihan peserta telah mendapatkan pembekalan materi tentang zakat baik dalam lingkup syariah maupun dalam perundang-undangan negara serta managemen lembaga amil zakat,” ujar Sandi.
Kegiatan tersebut, lanjut Sandi, merupakan langkah strategis untuk menjamin kepatuhan syariah dan profesionalitas manajemen lembaga amil zakat. Pelatihan tersebut dirancang secara khusus untuk memberikan pembekalan taktis dan strategis mengenai skema penghimpunan (fundraising), pendistribusian, hingga pendayagunaan zakat sesuai dengan standar kompetensi nasional yang berlaku.
“Kegiatan tersebut juga sebagai ruang rakernas perdana seluruh pengurus wilayah Laz GERAKIN se Indonesia untuk merumuskan konsep organisasi berupa struktur, rencana strategis dan tindak lanjut kedepan,” tutur Sandi.
Melalui pelatihan zakat tersebut, LAZ GERAKIN telah memiliki 10 Pengurus Wilayah LAZ di tingkat provinsi, salah satunya Jawa Tengah, yang menjadi bukti kesiapan jaringan organisasi dalam menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Dengan jaringan 10 Pengurus Wilayah yang telah dimiliki serta amil-amil yang telah mengantongi sertifikasi keahlian, LAZ GERAKIN membidik potensi dana Zakat, Infaq, dan Shadaqoh (ZIS) hingga mencapai angka Rp1 triliun yang siap untuk dikelola secara profesional dan tepat sasaran,” kata dia.
Sandi menjelaskan, dalam Rapat Kerja Nasional Laz GERAKIN di Jakarta pada tanggal 15 Juli 2026 menghasilkan keputusan bahwa PW IKA-PMII dan PC IKA-PMII diharapkan untuk segera membentuk struktur Laz GERAKIN dan kemudian diserahkan kepada pengurus Laz GERAKIN PB IKA-PMII untuk mendapatkan SK kepengurusan manajemen tingkat wilayah dan cabang.
Selanjutnya, PW IKA-PMII diwajibkan melakukan pelatihan yang sama dengan peserta dari PC IKA-PMII dengan peserta masing-masing sebanyak 3 orang (utusan dari LAZ GERAKIN PC IKAPMII). Biaya assesmen dan ujian LSP bersumber dari PB IKA-PMII, kemudian biaya pelaksanaan menjadi tanggungjawab PW IKA-PMII.
Ketua Umum Pengurus Wilayah IKA-PMII Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag, dalam sambutannya menyambut baik atas berdirinya LAZ GERAKIN. Prof. Musahadi menjelaskan, Pengurus Wilayah IKA PMII Jawa Tengah telah mendelegasikan tiga peserta untuk mengikuti pelatihan zakat dan sertifikasi amil zakat yang diadakan oleh LAZ GERAKIN PB IKA-PMII di Jakarta. Kemudian dalam uji kompetensi yang diuji oleh BNSP peserta dari IKA-PMII Jateng dinyatakan lulus semua dan mendapatkan sertifikat sebagai Amil Zakat.
“LAZ GERAKIN sebagai lembaga filantropi milik IKA-PMII akan dikelola secara professional sehingga kehadirannya dapat membawa manfaat bagi umat Islam dan masyarakat Indonesia. Kehadirannya menjadi bagian dari ikhtiar alumni PMII untuk ikut mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat Islam dan masyarakat luas,” ujar Prof. Musahadi.
Sekretaris Bidang Kelembagaan LAZ GERAKIN PB IKA-PMII, Ahmad Safrudin dalam sharing session menjelaskan, bahwa hal mendesak yang harus kita lakukan adalah segera membentuk struktur manajemen LAZ GERAKIN ditingkat PW IKA-PMII dan PC IKA-PMII.
Adapun susunan manajemennya terdiri atas manajer, sekretaris, kepala bidang adminitrasi, kelembagaan dan inovasi, sekretaris bidang adminitrasi, kelembagaan dan inovasi, kepala bidang pengumpulan dan distrribusi, sektretaris bidang pengumpulan dan distrribusi dan unsur staf.
“Diharapkan sebelum akhir Agustus semua PW IKA-PMII dan PC IKA-PMII di Jawa Tengah sudah dapat mengajukan permohonan surat keputusan struktur kepengurusan manajemen LAZ GERAKIN di tingkat wilayah dan cabang,” tutur Safrudin. [emka]


