Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua LTN PCNU Kab Brebes)
nukotasemarang.com – Pengasuh pengajian kitab Tafsir Jalalain di masjid Jami Sitanggal Kec Larangan Kab Brebes wafat pada hari Ahad, 23 Agustus 2026 di RSUD Kardinah Tegal. Al Marhum wafat setelah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut dan menghembuskan nafas terakhirnya pada Ahad dini hari, bertepatan dengan tanggal 10 Rabiul Awal 1448.
Kabar duka tersebut Penulis mendapatkan informasi tersebut di salah satu medsos yang diunggah oleh seorang teman dari wilayah Kecamatan Larangan Kab Brebes. Saat membaca kabar duka tersebut Penulis langsung teringat saat pertama kali sowan di kediaman Beliau bersama dengan H Solehudin Rengaspendawa.
KH Mustofa Mukhtar adalah seorang ulama asal Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, yang dikenal sebagai pengasuh pengajian kitab Tafsir Jalalain setiap hari Sabtu pagi di Masjid Jami Babussalam Sitanggal. Penulis kebetulan pernah mengikuti pengajian tersebut beberapa kalau pada awal pulang dari Pondok Pesantren Lirboyo. Selain ngaji Tafsir Jalalain Beliau juga membuja kajian kitab Al-Hikam di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Larangan. Kajian kitab tersebut diikuti oleh pengurus MWC NU Larangan dan beberapa alumni Pesantren.
Penulis berkesempatan mengikuti kajian tersebut bersama dengan Ketua MWC NU Larangan ( saat itu H Athoillah Sofyan). Dalam forum tersebut saya banyak menimba ilmu tassawuf dari Beliau yang bersanad kepada KH Idris Kamali selaku santri dan menantunya Al Maghfurlah KH Hasyim Asy’ari Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Secara geneologis keilmuan Beliau Al Marhum KH Mustofa Muktar merupakan salah satu santri yang dikader dengan kajian khusus kitab kuning oleh KH Idris Kamali bersama dengan beberapa Ulama tingkat nasional, termasuk Prof KH Ali Mustofa Ya’kub,
Prof KH Tolhah Hasan, Prof KH Ma’ruf Amin dan beberapa Kyai lainnya.KH Mustofa Mukhtar juga tercatat pernah menjadi anggota DPRD Kab Brebes dari PKB pada saat pertama PKB berdiri. Saat itu Beliau didatangi langsung oleh KH Subhan Ma’mun dan Mas Andi ( Andi Najmi Fuaidi, Sekretaris DPC PKB Brebes pertama) untuk diminta menjadi Caleg PKB. Sebagai anggota legislatif yang berangkat dari Pesantren, Beliau selalu berpegang teguh kepada tradisi Pesantren. Hal tersebut tercermin dari kehidupan sehari-hari yang sederhana. Lebih dari itu dalam bersikap dan berpendapat sebagai wakil rakyat tidak lepas dari spirit keagamaan.Duka yang mendalam bukan hanya dirasakan oleh keluarga besar Bani Mustar, tapi seluruh warga nahdliyin berduka cita atas kepergian Beliau. Secara khusus tentu masyarakat desa Sitanggal, dimana Beliau berkiprah sebagai Ulama setempat yang disegani karena kapasitas keilmuannya. Semoga Beliau ditempatkan di taman Surga yang indah. Al Fatihah.


